Halaman

Selasa, 13 Desember 2011

Pemakluman Tanpa Batas


“Untukmu CINTA… yang hadir di hati tanpa sebab, tanpa syarat, tak terbatas oleh ruang, waktu, dan jarak yang membentang…
Andai benar cinta itu karena Alloh, biarkan Alloh Sang Pemilik Cinta yang mengatur segalanya sehingga KEINDAHAN itu datang pada waktunya dengan orang yang terbaik yang Alloh pilihkan untuk kita… “

keindahan yang juga datang di saat aku berada dalam fase pemakluman tanpa batas. sehingga membuat keindahan itu menjadi benar-benar sangat indah dan mendalam di hati kita masing-masing.

baru saja aku bertanya pada diri sendiri, kenapa akhir cerita dengan tipe orang yang cuek, flat, gag romantis itu begini. ya hanya begini. lagi-lagi begini. mengapa terjadi lagi? introspeksi diri sendiri. aku.. mungkin yang salah ada di aku. lalu aku bertanya, mengapa aku? bukannya setiap wanita berhak diperlakukan lembut, penuh perhatian, penuh kejutan dan romantis? mengapa jadi aku yang salah? bukannya di drama korea, secuek apapun pria mereka bisa langsung jadi romantis, care dan bla bla bla jika menemukan wanita yang mereka cintai? kenapa di kehidupanku tidak seperti itu? aahh. thats just a fairy tale. if i want that one, maybe i am the princess in the book that i always read when i in elementary school. Putri Tidur.

sejenak aku mengedepankan egoismeku. yah ! bukan aku yang salaahhh. semua itu berhak aku dapatkan. dasar cowoknya aja yang cuek, datar. ya gitulah. lalu q bertanya lagi, ya kalau pada akhirnya aku mendapatkan type orang yang sama, akhirnya udah bisa ditebak. bakal gini lagi.. dan akan terasa sakit dan sia-sia pada akhirnya. 

kalau melihat umi, bisa sabar banget menghadapi ayah yang super cuek, galak, kalau ngomong udah kek mau ngajak berantem aja, sukanya dikentutin, and bla bla bla. umi bisa bertahan sejauh ini berumah tangga dengan ayah. terus aku bertanya lagi, bisa gag ya aku menjalani rumah tanggaku kelak dengan orang seperti ayah? atau dengan lelaki yang cuek atau gag romantis gitu? masa iya minta cerai? cerai itu perbuatan yang dibolehkan Alloh tapi sangat dibenci. naudzubillahimindzalik..

akhirnya, aku bertanya lagi. adakah di kehidupan kita fase pemakluman yang unlimited? pemakluman yang tanpa batas? seperti umi? atau para wanita lainnya yang mengalami hal sama. sepertinya ada. buktinya, bisa kok menjalani sampai sejauh itu, bahkan sampai ajal menjemput.. 

kalau aku bisa, aku ingin lompat di fase itu sekarang! NOW! biar aku bisa memahamimu tanpa batas. supaya aku bisa memaklumimu tanpa batas. supaya aku tidak menjadi bebanmu, supaya aku tidak menjadi beban di hati dan fikiranmu, supaya kamu masih selalu nyaman bersamaku, supaya aku bisa melihatmu tersenyum, supaya aku bisa melihatmu bahagia, supaya aku bisa melihatmu menikmati kehidupanmu, supaya aku, selalu dan hanya aku yang ada dihatimu.. :(

seenggaknya dengan itu, kamu bisa ada. walau hanya sekedar menyodorkan tissue jika aku menangis, atau merelakan bahumu basah dengan air mata dan ingusku.. 

kini aku mengerti, hidup itu harus lebih banyak memberi, jangan banyak berharap pada manusia. berharap dan bergantung hanya pada Alloh semata..

sekarang, kita sedang berada di gua masing-masing. sedang merenung, memperbaiki diri, dan berdoa.. supaya kita dipertemukan kembali dalam keadaan saling mencinta dan siap berlayar bersama. tanpa egoisme dan aku, sudah berada dalam tahap pemakluman tanpa batas. Love u ..


Recent Posts