dua hari sudah aku komuda *koas muda* di Puskesmas Wirobrajan. namun, setelah dibagi kelompok ternyata aku dan salah satu temanku, July, di tugaskan ke Pustu, puskesmas pembantu wirobrajan. di daerah kota sih, dekat pasar klitikan terus ke barat.
pelajaran pertama yang aku dapat adalah, di tengah kota jogja ini masih ada pustu yang tidak ada dokter. tergantung jadwal dari puskesmas induk. memutuskan ada dokter yang bertugas atau tidak. saat itu hari sabtu dan yang memeriksa adalah dua orang perawat senior. masih tidak habis fikir. selama ini aku selalu mengkhawatirkan orang-orang yang ada di daerah terpencil, yang harus menempuh berkilo-kilo meter untuk menuju ke puskesmas. saat asmanya kambuh harus jalan selama 3 jam untuk mendapatkan obat. mungkin hanya setablet salbutamol harus sepayah itu mendapatkannya. padahal disini, mau salbutamol cuma bayar seribu seratus rupiah dan tinggal naik motor 2 menit aja sudah dapat. sangat-sangat kepikiran dengan orang-orang di pedalaman, ternyata di kotaku sendiri yang sangat dekat dengan keramaian, malioboro, masih ada juga pustu yang tidak ada tenaga dokter... miris..
pelajaran kedua, penyakit yang sangat banyak sekali ditemukan adalah ISPA, infeksi saluran pernafasan akut. keluhan rata-rata adalah batuk, pilek, sakit saat menelan, demam.. banyak sekali kasusnya. dan ada juga penderita Diabetes Melitus atau bahasa awamnya penyakit gula, saat bilang ke perawatnya "kulo niki gerah gendhis". berhenti sejenak, kok lucu yaaa bahasanyaa pake gendhis. hehehehe. piss. pasien datang dengan anaknya perempuan masih muda juga. lalu dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu dan hasilnya 427. ooouucchh. so high! normalnya jika gula darah sewaktu itu cuma 200. saat ditanya, obatnya ternyata tidak teratur diminum, "la kesupen e bu". itu kalau dirumah sakit sudah harus terapi insulin. ini yang di puskesmas cuma bayar dua ribu rupiah sudah dapat Glibenclamide aja masih ngeyel minum obatnya. ibu perawatnya lalu sedikit marah sama anaknya. mau gimana coba. udah di edukasi masih aja bilang kesupen. sabarrr..
pelajaran ketiga, ketemu sama bu kristi yang di bagian farmasi pustu. ruangannya sangatlah sempit sekali. cuma bertiga aja rasanya pengap. tidak bisa diungkapkan dengan kata-katalah. awalnya masih agak gag enak juga. tapi pada akhirnya beliau memberikan wejangan buat kami berdua. dari panjang lebar itu intinya "jadilah dokter yang spektakuler, luar biasa, extra ordinary." caranya adalah dengan belajar sungguh-sungguh dan jangan cuma sempit berilmu. jangan cuma seputar kedokteran aja terus. tentang farmakologi juga harus mengerti betul karena kadang juga menyusahkan apoteker dan pasien. ada obat-obat tertentu yang harus diminum dengan susu atau tidak boleh bercampur dengan obat yang lainnya dan lain sebagainya. mencari ilmu jangan cuma sempit, sama siapa saja juga bisa dapat ilmu. jangan memandang rendah perawat, apoteker atau pekerja lainnya. karena sungguh kita ini sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar di kedokteran. tidak semua yang ingin menjadi dokter punya kesempatan yang sama dengan kita. terimakasih banyak bu kristi :)
pelajaran keempat. setelah mendapatkan kasus yang sesuai kompetensi, kita akan berdiskusi dengan dokter pembimbing kita di puskesmas. dr Sulis. baru mau mulai diskusi ada pasien datang dengan jalan terpatah-patah duduk di pendaftaran dan marah-marah. alasannya tadi anaknya minta surat rujukan tapi tidak dikasih. marah-marah sampai banting-banting kartu puskesmasnya, bilang mau lapor ke pusat begitulah. padahal, kalau mau minta surat rujukan harus ada prosedurnya. pasien datang lalu diperiksa, jika tidak bisa ditangani di puskesmas maka baru dieri surat rujukan. atau kalau pasien tidak bisa datang sendiri bisa minta tolong kerabatnya dan jangan lupa membawa surat keterangan dari rumah sakit yang dirujuk. kalau mbahnya tadi pokoknya minta surat rujukan. sama sekali gag mau diperiksa. bilangnya gag bisa jalan tapi pas ke puskesmas jadi bisa jalan. kalau menghadapi pasien yang "pokoknya" gitu kita ga bole ikutan pokoknya atau emosi. harus dijelaskan pelan-pelan. tapi kejadian tadi tetap lucu sekali. tidak bisa diceritakan dengan kata-kata. macam-macam pula pasien ini..
banyak sekali yang bisa didapat dari komuda yang cuma dua hari ini. tidak sabar menunggu koas. pasti banyak sekali kasus yang mungkin sehari-hari sering terjadi namun belum pernah aku temui sebelumnya.. yess, hidup ini indah. semakin hari semakin indah semakin cinta saja saya sama profesi ini..
Be an extra ordinary DOCTOR kie.... semangattt !! :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar