Halaman

Minggu, 25 September 2011

Cinta keikhlasan

Yah.. hari ini, kemarin, esok, kita akan selalu belajar tentang keikhlasan. Dan akan terus menerus belajar dan ujian untuk itu, IKHLAS. Cuma satu kata yang terdiri dari 6 huruf ini, tapi sangat susah sekali dilaksanakan ataupun diresapi.

Hari ini tentunya. Pagi-pagi sudah semangat 45 ke TPS hanya dengan baju babydoll warna pink, jaket pink, jilbab pink, sandal pink love, dan HP pink. Yess . my favorite color cuy ! hhe. Gag setiap event kan bisa pake kostum gituan ? selesei nyoblos terus pake tinta di jari telunjukku. Saat ditanya “uda nyoblos?” aku jawab dengan mengacungkan jari berbentuk piss atau V. tanda bangganya aku sama pilihanku. J. Sampai rumah langsung dipamerin umi yang uda nyoblos nomer dua di bilik nomer dua. Sayangnya TPSku adalah TPS 18. Coba TPS 22 gitu yah ?

Sorean, denger kabar dari si mpiq kalo suaranya kritis. Liat timeline twitter kejar-kejaran terus. Deg-degan cyin. Tanya info lewat sms juga kritis. Antara optimis dan pesimis. Kenapa bisa begini ? yang jelas adalah kepikiran jogja kedepannya gimana kalau yang mimpin kayak gitu. Gag ikhlas. Kalau yang menang visi misinya aja gag jelas terus gimana kita bisa mengawal dan mengawasi? Seriusan loh gag jelas banget. Terbukti korupsi, judi, miras. Aaarrrgghhtt. Watir pisan ikh !

Gag kebayang giman perasaan mas Hanafi, mb astri, pak Amien, para pendukung dan tim sukses. Tapi gag tau kenapa aku yakin banget mas han bisa ikhlas legowo apapun hasilnya. Keinget waktu aku memenuhi undangan bu Amien di rumah Pandeyan. Mas Han pernah bilang, “siapa yang bakal jadi walikota jogja itu, Alloh sudah tau. Sudah tercatat disana.” Iya kalo inget kata-kata itu, mungkin saja bisa ikhlas. Toh dari awal sudah legowo. Tapi, aku tetep gag ikhlas kalo yang menang yang lain. Bukan fanatic, hanya memikirkan jogja kedepan, Muhammadiyah akan bekerja lebih keras tentunya. Ah. Tak terbayangkan. Masalah ini aku belom ikhlas. Banget !

Apalagi kalo keinget, waktu untuk untukku berkurang karena ada yang berjuang untuk bantuin mas han. Lebih g ikhlas lagi kalo kalah. Ada yang uda mengorbankan waktu istirahatnya untuk itu. Sampe gag tidur demi menetralisir fitnah yang beredar. Gimana rasanya jadi mas han uda difitnah sana-sini, macem-macem. Semoga Alloh meninggikan derajat mas han dan kamu yang uda berjuang bantuin. Aminn..
Malam ini ada undangan syawalan IMM FKIK UMY. Walo uda jadi demisioner tetep aja diundang dan aku tentunya hadir. Sangat kangen sama suasana IMM dan juga para adek-adekku tercintah !love u full !di pinggir kolam, dengan angina semilir dingin. Senior, dr Kobu Alhamdulillah hadir. Beliau share tentang IMM masanya beliau. Tahun 1999-2001 gitu. Jaman itu aku masih SD. Belomlah kepikiran IMM tu gimana, Muhammadiyah itu gimana, yang jelas aku sekolah di SD Muhammadiyah Kleco waktu itu.
Beliau cerita emang dari background muhammadiyah. Itu biasa aja. Yang luar biasa itu kalau bukan dari muhammadiyah tapi ikut IMM dan berjuang di dalamnya. Hmmm .aku termasuk orang yang biasa aja berarti yah ^^. Ada makna tersirat dan tersurat didalam ceritanya. Yang intinya kita harus menonjolkan ciri khas kita. Yang jelas kita harus memperjuangkan “M” di IMM itu semdiri. Ya, Muhammadiyah. Itu yang kita perjuangkan.

Anggun dalam moral, unggul dalam intelektual. Dari jargon itu, sebenernya jelas banget IMM punya ciri khas. Intelektual. Beliau berpesan, tonjolkanlah keilmuan kita. Walau kita emang organisasi Islam, tapi kalau mau menonjolkan keislaman kita, ada yang lebih di atas kita. Jadi tonjolkan keilmuan kita yang tentunyaa islami gitu loh. Keislaman kita bisalah dengan kajian setiap minggunya. Semua ada solusi dan jalannya. Kita bikin program atau acara yang bisa membantu orang lain, seminar, workshop, dll. Yang jelas niat kita membantu. Toh, kalau peminatnya sedikit, berarti orang-orang sudah terbantu dengan hal yang lain. Yang penting kita ikhlas. Biar bisa sampai ke langit.  Sejenak aku berfikir, hhmmm . bener sih. Toh hidup kita bukan duniawi saja. Tapi kalo mikirnya gitu terus, dikhawatirkan IMM g ada kader. Dalam hatiku galau begitu. Hahahahaha . tapi terus-terusan aku berfikir, kalau kita aktif berkegiatan insya Alloh bakal ada yang meneruskan.

Hmmm, jadi inget amanah yang lain. NA. punya partner ketua yang istilahnya “gag nggetih” itu gimana. Bisanya komen tapi kalo diajak mikir, selalu alasan. Yasudahlah. Terserah. Sekarang aku focus sama diri sendiri dulu. Akhir-akhir ini aku berfikir, toh ketuaku aja cuek, aku juga cuek ajalah. Yup. Selama aku cuek, kegiatan sama sekali gag jalan. Astagfirullah. Rasa bersalah ini sangat membunuhku. Akus edang berfikir n terforsir keras dengan mencari responden KTIku. Gag semua klien samsara mau jadi responden. Mungkin mereka malu atau identitas terbongkar atau ketauan kalo mereka ternyata pernah aborsi. Di sisi lain aku merasa bersalah. Terus mau dibawa kemana NA ? aku masih belum ikhlas, kenapa ketuaku kek gitu yah? Walo banyak yang membantuku. Masih sangat-sangat berusaha mengikhlaskan diri. Ikhlas kak ikhlasss… tapi masi susah.
 
Yah, seperti yang aku bilang di awal. Kemarin, hari ini, esok, lusa.. aku masih saja terus berusaha untuk ikhlas. Besok aku belajar ikhlas menerima hasil pilkada, ikhlas untuk kota jogja, ikhlas untuk NA, ikhlas dalam diri sendiri, ikhlas apalagi? Ikhlas tersakiti mungkin yah . dan juga ikhlas untuk memaafkan. Alloh gag tidur kok sayang. :). tetap tersenyum dan semangat !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts